Halaman

Selamat Datang diblog PONTIANAK ceritaku

Kamis, 27 Oktober 2011

KEDAI KOPI PONTIANAK

Pontiananak, mengapa aku di tempatkan dipontianak, kota yang terkenal dengan budaya melayu dan dayaknya, tapi sekian lama aku ditempatkan dikota ini, aku belum pernah melihat perkampungan penduduk asli penduduk ini. 

Jenuhhhhhhhhhhhhhh, ingat anak istri tiap hari tiap malam, hingga badan ini kurus kering, itulah dalam tiga bulan pertamaku dipontianak. Haruskah ku terus begini, harus merindukan mereka setiap hari?, nanti aku bisa sakit karena itu, aku harus melupakan sejenak mereka demi tugasku di kota ini, harus bagaimanakah aku?.

“Jalan-jalan yu pak, daripada di kamar terus........, “, anak buahku ngajak aku jalan, aku pikir benar juga daripada aku dikamar terus-menerus tanpa ada ujungnya, pengalaman ga dapat, yang ada nanti sakit malah berabe, aku menyanggupi untuk jalan, malam-malam ke kota pontianak, nah ceritanya tempatku tuh sekitar 15 km di luar pontianak lho.

Bagus juga kotanya, hehehehehehe, kirain pontianak tuh yang ada Cuma hutan saja, ternyata ada kotanya pikirku. Waduh ni orang-orang pada ngumpul-ngumpul ngapain, di sepanjang jalan gajahmada memang kalau malam hari banyak kedai kopi. Memang begini pak, pontianak orang-orangnya senang ngopi dan ngobrol ketemu kawan-kawan pada malam hari, bisa dalam bentuk transaksi bisnis atau transaksi lainnya bisa di lakukan.

Kalau kita lihat dimalam hari tuh pontianak, sepanjang jalan gajah mada penuh kedai kopi, harga kopinya cukup terjangkau dulu aku baru-baru kesini Cuma 5000 sekarang naik 2000 ternyata, sudah 7000. Jalan Gajahmada ke arah selatan tepatnya jalan budi karya, orang mengenalnya komplek ambalat, aku juga ga tau ko dinamain ambalat, kirain tuh pulau senketa dengan malaisia ternyata sebutan lain dari jalan Budi Karya, disana juga sepanjang jalan penuh kedai kopi, tapi disini beda, bedanya apa sih, disini ada hiburannya, yaitu dangdut hehehehehehehe, aku senang dengerin musik lho, dan sedikit-sedikit karaoke, biarpun suaranya pas-pasan.

Dikomplek ambalat tuh memang lengkap ada kedai kopi dangdut murah, yah Cuma 5000 seangkir sambil dengerin musik, kali-kali nyawer juga, biar dikenal penyanyi hehehehehe. Tapi beda lho nyawer di subang sama di pontianak disubang kotaku tuh nyawer uang seribuan bisa, jadi kan kalau punya uang 50000, bisa 50 kali tuh salaman dengan penyanyi tapi di pontianak gimana, ga bisa itu, gimana kalau sepuluh ribu?, eh.... ga bisa juga, 20000?, ga bisa juga, waduh harus nyawr minimal 50000 nih bisa bangkrut juga, mana dapur dua lagi.
Oiya lupa kedai kopi itu namanya Tisya cafe, tempat kongkow-kongkow dengan kawan-kawan ketemu rekan bisnis, ketemu sobat and sabit and bisa nyari kawan istimewa, yang ini sih ga usah diceritakan. 

Orang yang datang ke cafe ini komplek lho, kalau bicara umur nih dari umuran ABG sampai ABT alias (anak baru tua) hehehehe yang udah ada ubanan tuh, kalau bicara suku dimualai dari melayu, dayak, jawa, sunda, bugis, madura, arab, china, batak, minang dll, kalau bicara jenis kelamin mulai dari laki-laki, perempuan, waria (biasanya pria yang jadi wanita), ada lagi priawa (ini wanita yang jadi laki-laki), hahahahahahahahahahaha ada ada jk pikirku, perasaan baru disini aku lihat, ada lagi gay, kalau ini sih umum dimana2 ada. Kalau dari karakter orangnya dimulai dari orang pendiam (seperti aku ini) sampai orang yang agresif (tiap lagu dijagedin aza) hahahahaha, kayak kawan ku tuh cecep herman alias si aa. Kalau dilihat dari kesukaan,  mulai  inum kofi macam aku nih sampai minum minuman beralkohol.

Ada cerita tuh yang suka minum bir banyak-banyak tuh, aku pikir apa uang sendiri ko tiap malam minum 20 botol sama kawan-kawannya, kalau dikalikan 50000 kan minimal satu juta tuh, belum kacang, belum yang dampingin, tiap malam itu, pikirku apa kerjaan ni orang, ni harus punya gaji minimal 50000000/bulan, 30000000 buat minum di cafe dalam satu bulan, mungkin 20000000 buat keluarga dirumah. Tapi orang jutawan ko penampilannya kaya gitu, amburadul banget, selidik punya selidik karena kawanku juga banyak akhirnya aku punya jawaban kalau dia tuh buruh lepas, upang pendapatan sehari itu habis pake minum satu malam itu, hahahahahahahahaha, ternyata patungan, sombong banget pikirku kalau ketemu ga pernah nyapa. Emang siapa dia, siapa aku, masih jelas aku daripada dia, aku kesana Cuma buang waktu jk, biar penempatan ga terasa lamanya. Eh dah dulu yah tar disambung lagi nih mau ke kantor dulu